Sekedar Renungan Sore

Aku ingin berbagi kisahku sejenak, mencoba merasakan apa yang selama ini hilang, dan mencoba menyadari bahwa hidup ini begitu indah.

Kini usiaku 19 tahun 11 bulan. Tinggal menghitung detik-detik dimana aku menginjak kepala 2. Angka dimana aku benar-benar memiliki fisik seorang wanita dewasa, apa hanya fisik yang menjadi dewasa? Bagaimana dengan psikisku? Apa ia juga ikut menjadi dewasa? Kini aku bisa menjawabnya, psikisku sudah mendewasakan diri sebelum aku menginjak usia 20 tahun.

Pada hari ini, Selasa, 3 November 2009, 16:21, aku mulai menulis kisah ini. Mungkin kisah yang sangat pendek tapi aku harap dapat bermakna bagi kalian yang membacanya.

Aku tidak pernah membayangkan akan mendapat kehidupan yang begitu indah ini. Tidak semua hal dalam hidup ini merupakan pilihan. Dan aku kini menjadi seorang anak piatu, ini adalah sebuah takdir kehidupan bukan suatu pilihan.

Rabu, 3 Juni 2009, sepulang kuliah aku mememinta ditemani Feby-teman sekelasku pergi ke Bintaro Plaza. Aku sempat mencoba anting-anting yang terpampang di sana sehingga aku harus melepaskan anting yang aku kenakan yaitu anting kado ulang tahunku yang ke-18 dari mama. Tanpa sengaja aku menjatuhkan penyanggah anting yang kiri saat aku mencopotnya, aku langsung teringat dengan pesan mama, “Mbak, penyangga antingnya jangan sampai hilang ya…” Aneh, mama hanya mengkhawatirkan penyanggahnya saja. Aku mencari-cari tetapi tetap tidak kutemukan. Akhirnya, kami pulang ke kos dengan membawa anting baru dan menghilangkan penyanggah anting lamaku. Aku sedih dan amat merasa bersalah pada mama, aku telah mengecewakannya.

Pada jam 9 malam, aku mendapat sms dari mama, beliau mengatakan keadaanya sudah lebih baik dan besok jam 9 pagi akan periksa lagi ke rumah sakit karena 3 hari yang lalu mama mengeluh kedua kakinya pegal-pegal dan tak pulih dengan cepat. Aku lupa apa aku membalas sms dari beliau atau tidak.
Malam semakin larut dan aku menyadari bahwa hari sudah berganti, aku semakin resah, gelisah, dan lemas. Aku mencoba tidur dan terakhir aku melihat jam 00.58 lalu terlelap.

Pukul 03.30 aku terbangun, mendapati sms dari kakak sepupuku (laki-laki) yang meminta alamat kosku. Aku kaget bercampur ngeri, takut dia macam-macam denganku (wajar sekali seorang perempuan seperti ini karena dia tidak biasanya sms aku). Lalu ia berkali-kali mencoba menelponku, aku semakin takut. Aku mengobati ketakutanku dengan menelpon mama, tetapi adikku yang mengangkat. Adikku hanya mengatakan, “Mbak, cepet ke sini,” Lalu tiba-tiba Ellen menutup teleponku. Aku semakin penasaran dan mengirimi sms ke nomor mama, “Kenapa sih, Len? Mbakk jadi khawatir nih.” Ellen langsung membalas, “Mama sakit.” Aku baru berani mengangkat telepon dari kakak sepupuku itu dan menjelaskan rute ke kosku.

Aku mencoba menelpon Teguh, tapi sepertinya ia lelah karena terlalu banyak belajar untuk UAS besok pagi. Aku sms Supri-ketua kelasku dan mencoba mengutarakan kegundahanku. Aku menunggu kakak sepupuku datang dan akhirnya ia sms mengatakan bahwa ia sedang menunggu di Gereja PJMI. Dini hari aku berjalan menyusuri Kalimongso, Kalimongso begitu sepi, aku hanya berpikir mama terbaring di rumah sakit dan menginginkanku sebagai anak pertamanya untuk mendampinginya selama perawatannya.
Lalu aku melihat dua orang kakak sepupuku mengenakan baju serba hitam. Masing-masing dari mereka mengendarai motor, aku tidak menyadari apa pun saat itu. Aku hanya mengikuti apa yang mereka katakan saja. Aku naik di belakang kakak sepupuku yang tadi menelponku.

Mereka mengendarai motor agak kencang, semakin dekat, semakin dekat, dan semakin dekat lagi sampai di rumahku.

Lalu . . .

Di hari yang masih gelap, di depan gang rumahku terpampang bendera kuning, bendera yang melambangkan seorang manusia telah dipanggil oleh Sang Pencipta, bendera yang melambangkan bahwa kita takkan pernah melihat ia lagi di dunia ini, bendera kematian.

Aku tak berpikir apa pun, aku bertanya dalam hati siapakah yang meninggal? Tak lama lalu aku diturunkan di depan rumah tanteku yang hanya berjarak beberapa meter dari rumahku. Saat itu kenapa ada banyak keluargaku, suasana begitu hening, terasa begitu aneh.

Aku mencopot helmku, lalu bibiku menyambutku dengan kata-kata yang tidak pernah kuharapkan sama sekali,

“Sabar ya, Des. Yang tabah ya…”

Aku memasuki ruang tamu dan melihat seseorang telah terbujur kaku, tubuhnya berselimutkan kain batik, dan wajahnya berselimutkan kerudung transparan. Papaku memelukku dan mengatakan, “Mbak, mama sudah nggak ada.” Aku lemas mendapati semua itu, air mata langsung mengalir, dan aku tak bisa melakukan apa pun, hanya memeluk papa sambil menyadari bahwa adikku sudah berlinang air mata berada di samping mamaku.

Kini aku tidak dapat lagi mendapat sms dari mama yang selalu menanyakan apakah aku sudah makan atau belum, aku juga tidak sedekat dulu dengan papaku. Miris rasanya apabila harus memikirkan hal ini. Aku, adikku, dan ayahku, kami mulai disibukkan dengan urusan masing-masing. Dan mama, aku hanya bisa menatap ke langit-langit kamar, sambil berdialog sendiri dalam hati, mengirimi beliau beberapa doa yang bisa aku ucapkan. Mama, aku hanya tahu aku begitu meridukanmu tapi apa daya aku tak kuasa untuk memelukmu kini.

Aku dan adikku mendadak harus menjadi seorang wanita dewasa. Kami yang terbiasa selalu menggantungkan diri kepada papa dan mama, kini hanya bisa menguatkan kedua kaki kami, untuk mencoba berdiri sempurna tanpa berpegangan pada siapa pun.

Kalau semua sudah seperti ini, hanya mereka yang pernah mengalami hal yang sama yang akan mengerti, sementara yang lain hanya tahu, sekedar tahu. Aku tetap bersyukur dengan apa yang telah terjadi padaku. Aku masih memiliki orang-orang yang menyayangiku, papa, adikku, sahabatku, temanku, dan seseorang yang kini selalu menemaniku dan mengajariku bagaimana mencintai seseorang dengan tulus. Aku adalah seorang wanita yang kuat.

Terima kasih kawan, telah menemaniku dan selalu mendukungku. Kalian, jagalah orang tua kalian dengan baik. Jangan membuat mereka kecewa. Lakukanlah yang terbaik selama mereka masih ada. Hanya itu yang bisa aku pesankan. Aku merasakan kehilangan ini tanpa sempat meminta maaf kepada beliau akan semua salahku selama ini.

Mama, I LOVE YOU.

Putri Bukitinggi

Pada suatu tahun, hiduplah seorang putri, putri yang cantik namun tidak jelita.
Ia hidup sebatang kara di Puncak Bukitinggi, hanya ditemani oleh seorang makhluk yang bersifat ghaib (baca: makhluk ghaib) bernama Peterpan.
Warga Sumbar biasa memanggil putri itu ‘Pucagi’ (entah singkatan dari apa).

Kecantikan Pucagi dapat dengan mudah menaklukan begitu banyak pemuda Sumbar. Namun setiap pemuda yang mendekatinya pasti menjadi korban keganasannya akibat profesi Pucagi yang satu level di atas profesi Mbah Marijan-juru kunci Gunung Merapi.

Ntah bagaimana kronologis dan prosesi penumbalan para korban Pucagi ke Bukitinggi. Tetapi warga Sumbar pasrah karena mereka tahu bahwa ini memang menjadi Tupoksi Pucagi.

Suatu malam Pucagi pergi ke pasar di kota Padang. Ia sedang mencari korek api yang berbentuk bulat. Memang Pucagi suka melakukan keanehan-keanehan. Kemanapun Pucagi pergi, Peterpan menjadi penjaga setianya.

Warga Sumbar begitu ramah dengan Pucagi. Setiap insan yang berpapasan dengannya selalu menyapanya dan Pucagi membalas sapaan mereka dengan hangat.

Dalam waktu yang bersamaan, ada seorang Pemuda tampan-Kumbang Desa, yang sedang mencari selendang di pasar Padang. Selendang berwarna pink, entah untuk apa, entah untuk siapa.

Langit mulai mendung, titik-titik hujan mulai turun, dan warga pasar mulai berhamburan untuk menyelamatkan tubuh mereka dari air suci itu.

Saat Pucagi ikut dalam hiruk-pikuk misi penyelamatan diri, Pemuda itu tanpa sengaja menabrak tubuh mungilnya.
Pucagi yang notabene seorang putri tak kuasa menahan kontak fisik Pemuda itu dengan dirinya, Pucagi pun jatuh dan Pemuda itu pun tak mau kalah, ia ikut terjatuh.

Seperti di sinetron-sinetron, ketika mereka bertabrakan, terjatuh, mereka pun saling berpandangan (mereka tidak memperdulikan hujan yang membasahi tubuh mereka). Peterpan yang melihat kejadian itu, sangat bahagia sekali karena ia pikir Pucagi akan menemukan tumbal baru untuk Bukitinggi.

Tanpa sadar selendang pink yang dibeli oleh Pemuda itu, tiba-tiba dikenakan Pucagi dengan PD-nya. Pemuda itu bukannya malah terpesona/tidak berkedip melihat kecantikan Pucagi, justru Pemuda itu tidak berhenti berkedip, terus-menerus berkedip.

Pucagi menyadari keanehan tersebut dan tanpa pikir panjang dengan memakai selendang pink itu, Pucagi lari terbirit-birit bersama Peterpan.

Apa yang terjadi saudara-saudara?
Tunggu kelanjutan ceritanya…

Dampak Buruk Pemakaian Kacamata

Aku sudah memakai kacamata selama +/- 6 tahun.

Pada awalnya, aku menggunakan kacamata dengan lensa negatif 3, baik mata kiri dan kanan. Sekarang negatif 6.

Aku hanya menggunakan kacamata pada saat membaca, menonton layar audiovisual, atau melihat benda-benda yang berjarak lumayan jauh.

Pada saat aku bercermin, ternyata banyak flek yang ditimbulkan karena pemakaian kacamata, di antaranya adalah:
1. timbul kantung mata yang sangat hitam
2. bagian penyanggah kacamata di hidung justru membuat flek, tulang hidung jadi tak beraturan
3. mata berat jika tanpa kacamata karena sudah kecanduan
4. pergi kemana pun, beban bertambah karena harus membawa kacamata.

Hal tersebut membuatku bermimpi, aku ingin cepat pergi ke RSU dan me-lasik mataku.
Aku ingin bebas dari kacamata selamanya.

Kritik untuk Warga II-A Adm. Perpajakan STAN 2008

INGET!!! GA SELAMANYA YANG LO DENGER ITU BENER!!!
SANTAI AJA YA BACANYAAA….

Akbar Satria
apa yaaa… jarang ngobrol sih sama anak ini tapi yang aku liat dia punya bakat nulis lho.. cerita-cerita yang dia tulis bagus banget. Beda dengan gaya penulisan anak-anak mahasiswa macam kita. Belakangan dia suka sensi kalo lagi dideketin sama Ajie, hha ga tau kenapa ya??.. Mungkin dia sudah lupa dengan kebaikan Aji waktu dia sakit tifus. Sepenglihatanku, Aji yang paling repot ngurusin dia.

Akhmad Jauhari
Anak yang satu ini rada gimanaaaa gituuu.. Kalo setiap kuliah atau ngerjain ujian, dia seakan-akan sangat seriuuuuuss sekaliiiiiii tapi ntah sebenernya dia mudeng opo ora… Dia bilang sih dia gak ngerti masalah cinta-cintaaan,, tapiii kayakya masih seneng ajah kalo diledek-ledekin sama Miss Feboyyy.. kadang aku liat dia juga sedikit bloon, ga tau knapa mungkin karena terlalu ‘polos’ kalee yeee… hha,, Kaus kakimu ya mbok diganti, Boy!

Andreas Azriel Nainggolan
Kalo liat Andre, aku langsung ingat pepatah, “Tong kosong berbunyi nyaring.” Andre pliiiisss, berhentilah bicara, “Kek orang miskin aja.” HHhaaa,, becanda Dre… Tapi aku seneng kenal kamu, kamu yang bisa mengerti apa yang aku rasakan sekarang. (lebay mode: on) Kamu juga temenku yang baiiikkk banget, mau diajak susah, jujur, unik. Aku pengen sekelas lagi sama kamuuuu..

Catur Aji Prakosa
Bagi aku, Aji tuh baik, orangngya care sama temen, tapi aku bingung kenapa banyak yang suka menggunjingkan Aji, padahal belum tentu mereka lebih baik dari Aji. Mungkin yang perlu diperbaiki dari kamu cuma satu, hmm kalo mau ngomongin yang agak ‘syur’ hhee pada tempatnya, okok..

Desi Diarnitha
Yah, Cuma satu kata yang dapat mendeskripsikan orang ini: “bahagia”. Semangat Bu!! life must go on. You’ve got so many things that you’ve gotta be grateful of them.

Dewi Agusrianti
HHaaa,, cewek yang satu ini tempramen banget, ga mau susahhhh, ga mau tau keadaan orang lain yang lagi susah, suka teriak-teriak kayak kenek Metromini, haduuhh ga ada feminim-feminimnya lah, tapi ada sisi baiknya juga,, dia mau berjuang di stan ini, alias belajar mati-matian gtuu beda sama gw yang malessss abiiisss…

Dhani Restyo
Cerdas, tapi kalo ngomong belepotan sampe-sampe kita ga ngerti maksudnya… Dhan, jangan lupa kalo fotokopi bolak-balik ya. Bumi udah panas tau… Ntar global warming makin parah lho. Oh ya, kembalian fotokopian tu walau satu rupiah akan dihitung di akhirat kelak. Cepatlah minta ampun kepada-Nya. Hhhaaa…

Didik Suprastowo
Dick, mbok ya hapemu itu ditaruh, jangan dipegangin terus. Hape tuh banyak kumannya tau… Didik ini narsis banget, hehe. Hm,, jangan terlaru larut dalam cinta, karena larutan itu hanya bisa memiliki satu PH ntah asam atau basa (ga nyambung!).

Dony Karta Lubis
Entah kenapa agak terlihat ganteng di kamera, aku sempat terpesona melihat dirimu yang tampan itu, Dony. Tapi sayangnya aku dan kamu masing-masing sudah ada yang punya, alah… Ingat Don, kalau kau seorang muslim, kebersihan adalah sebagian dari iman. Kamar kau bau ‘kali…

Endang Rudi Suparman
Apa ya… Si Endang itu kolektor film sejati. Mbok ya kalo ketawa dilepas, ga usah pake ngumpet-ngumpet, hehe. Jangan marah kalau dibecandain sama temen. Jadi orang ya ramah gtu kek,, Sering-seringlah bergabung dengan kami-kami.

Fany Pramudita Nugraha
Fany, mbok ya pacarmu jangan dipermainkan hatinya. Lihat tu statusnya sering aneh-aneh. Aku sebagai wanita dikit-dikit juga ngerti. Kalo udah cinta, susah hilangnya. Entah kenapa Fany sering nggrepe-nggrepe cowok, hehe. Just kidding. Kadang kalo aku ngomong ama Fanny, dia sering salah tangkap. Kalo aku bicara A, dia nangkapnya C, padahal maksudku Z :p.

Febriani Parancana Putri
Kadang kalau dia sering menceritakan dirinya dan keluarganya terkesan jadi agak sombong. Apalagi bila lawan bicaranya adalah orang yang biasa-biasa saja. Tapi Febi ga suka ngomongin kejelekan temennya sendiri. Yah, semoga hubungan dia dengan Boi baik-baik saja…

Frenda Nic Qomar Ernanto
Aku tahu kamu adalah pria yang cerdas, tapi ada kalanya kamu harus mendengarkan orang yang tidak sepandai dirimu. Ga selamanya apa yang kamu pikir itu baik dan benar buat orang lain, walaupun baik bagi dirimu sendiri. Yah, tapi aku juga tahu, kamu mau bersusah payah demi orang yang minta bantuan ke kamu. Kalau ujian jangan ngabis-ngabisin kertas, global warming euy… Tulisannya dirapet-rapetin kan bisa…

Herina Nurhayati
Kalau aku melihat dirinya, kadang terkesan agak gimana gitu… Temennya itu-itu aja (tuti), kerjaannya pacaran aja, ya, ga ada yang positif lah pokona… Wait, aku becanda… Yang positif darinya, kalau bicara dia sangat lembut seperti Putri Keraton Solo… Yah, semoga awet sama cowokna. Semoga sampai ke jenjang pernikahan.

Huda Gilang Handaru
Gimana ya… Ndaru itu agak kocak, kalo aku duduk di sebelah dia, kerjaannya ketawa melulu. Dia punya sifat kebapak-bapakan yang luar biasa… Ndaru, jangan lupa mandi ya kalo mau kuliah, kaus kakinya sering-sering diganti..

Januardo Pandapotan Napitupulu
Yah, aku curiga dia punya hubungan khusus dengan temen sekosku… Si Ardo itu orangnya baik, dia mau diajak susah, kapan juga aku pernah ngajak dia susah? Yaahh, kocak juga buat Ardo, dia sering banget ngantongin sebungkus roti n aqua tanpa menawarkan kepada orang-orang di sekelilingnya…

M. Adib Muhtar
Adib adalah pria pecinta wanita sejati, terutama wanita dengan title “manis”. Adib itu sebenarnya cerdas, tapi buat ngomong susah… Dia juga terkesan agak katrok *ya Allah, ampuni hamba*. Adib, kamu belum pernah traktir aku… Kamu utang traktiran lho *hehe, emangnya aku pernah traktir*.

Nico Amaros Sinulingga
Nico, berhentilah untuk membicarakan hal yang kurang penting dan tidak pada tempatnya *bikin bete ah*… Nico terlihat lumayan ambisius dalam dunia perkuliahan. Dia sering terlibat perang batin dengan Frenda. Yah, di sini saya tidak membanding-bandingkan siapa yang lebih pintar dari kalian, tapi tentulah yang membedakan kalian hanyalah ketaqwaannya.

Nunuk Purwanti
Kerjaannya paling cuma belajar aja di kos. Karena usianya yang senja, pikirkanlah yang lain Mbak… Pikirkanlah calon suamimu kelak. Ya mbok dandan sedikit lho Mbak…

Nur Hidayati
Semoga dirimu membawa cahaya hidayah kepada kelas kita… Keliatannya dia cewek yang cerdas, ceria, dan menyenangkan. Mau diajak bekerjasama. Ntah bagaimana kepribadiannya yang lebih jauh lagi, aku hanya tahu sebatas itu.

Nurul Ulfatul Khasanah
Satu kata yang kuingat dari Bu Syarifah, “sleepy girl”. Banyaklah berkomunikasi dengan manusia di alam sadarmu… HHaaa,,, salut buat kamu yang bisa bertahan menerjang kejamnya alam-alam.. Merelakan kulitmu untuk dibakar teriknya matahari.

Putut Agung Ramadhan
Entah kenapa kehidupannya penuh dengan ketawa dan buang reak, kayak kakek-kakek… Dasar Mbah Surip… Mbah Surip… Entah kenapa Putut jarang mau kalau diajak clubbing, hhaaa ya namanya juga udah aki-aki.

Rakhmat Setiady
Kalau aku bicara sama dia, dia terkesan sering menggampangin masalah. Yah, semoga itu cuma kesan aja. Seakan-akan apa yang dia katakan itu benar dan baik bagi orang lain, padahal sebenernya menyakitkan hati. Hiks… Becanda, Mat!! Dia baik kok, mantap lah Gan!!

Rb Dian Eka
Yah, kadang saat kita kehilangan cinta, kita akan kehilangan segalanya. Kadang apa yang kita dapatkan walaupun menyakitkan, adalah yang terbaik bagi kita… Yah, pokona enjoy your life lah. Bersyukurlah kamu masih punya temen-temen di sini. Jangan anggap mereka sampah belaka.

Romy Pradani Muslim
Ngapain berjuang demi cinta? Cinta cuma butuh Alpenliebe… Inget cewek itu ular berbisa… Jangan terlalu percaya dengan omongan cewek. Ga selamanya yang lo denger itu bener. HHaaa.. n juga jangan lupa cuci muka kalau ke kampus.

Rudy Priambodo
Rudy itu seakan-akan ga punya masalah dalam hidup. Pokona kalo ngeliat dia, rasanya aku ga ada beban. Entah apa yang ada dalam otaknya, selain J-Rock. Dia termasuk pecandu FB, dengan update-update status geje.

Santi Pusporini
Aku tidak terlalu kenal dengan dirinya, tidak terlalu dekat, dan jarang bicara dengannya. Aku tak tahu pula dengan kehidupan asmara, dan urusan pribadinya. Yah, jadilah Muslimah sejati… Dan segerakanlah menikah, seperti sunnah Rasul.

Singgih Pramono
Yah, kalo liat dia, aku langsung ingat peribahasa “air tenang menghanyutkan”. Dia orangnya asyik… Yah, kadang kalau ketawa susah, kayak dia punya undang-undang perketawaan gitu deh. Kalau bales sms kok selalu singkat banget, kayak “ya”, “enggak”, “ok”.

Sri Rizky
Jangan suka ngomongin orang Ki, dosa… Kurangi intensitas pacaran, dosa… Jangan PMDK terus lah, yang awet lah sama Mas Andros,

Supriyanto
Kamu emang ketua kelas yang baik, tapi ada kalanya kamu punya tugas menenangkan anak buahmu. Yang aku lihat, Supri kalau ada anak buahnya yang usul suatu acara, kalau dia tidak bisa ikut, pasti tidak dia laksanakan… Agak terkesan egois. Cobalah kalau misalnya anak buahmu lagi ada masalah apa, ya mbok pikirkan juga. Jadi ketua kelas tu ga cuma butuh aturan, tapi juga intuisi sebagai seorang manusia.

Tuti Handayani
Cewek yang satu ini perhitungan banget. Jangan terlalu pelit lah jadi orang. Duit tu ga dibawa mati… HHa,, jangan dimasukkin hati, masukin perut biar kenyang.. Tapi dia juga punya sisi positifnya kok (kadang bahkan jarang, hhhe)

Wahida Nur Fitriani
Cewek yang satu ini, walaupun dari keluarga yang kaya, dia tidak menunjukkannya ke siapa-siapa. Pokona dia rajin banget. Masih terlihat kayak kekanak-kanakkan gtuu..

Yudhistira Adi Nugroho
Odis, tetapkanlah hatimu… Jangan membagi perhatianmu pada yang lain, karena mencari orang yang mencintai kita sulitnya bukan main. Jangan lupa undang-undang kalo mau married nanti. Mukamu terlihat berminyak sekali,bikin aja tambang minyak di mukamu :p. Inget, ga selamanya yang lo baca itu bener.

Terima Kasih Cinta

Aku mengulang kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya

maaf aku harus meninggalkanmu
karena aku tahu
bila kita bersama
kita takkan bisa berubah

kau adalah pria yang sangat istimewa
sangat istimewa
kau yang selalu menemaniku dalam saat-saat tersulitku

tak ada kata yang bisa mengungkapkan
betapa indahnya dirimu untuk diriku
bahkan terlalu indah untuk diriku yang rendah ini

ntah apa anggapanmu tentangku kini
aku harus mengambil keputusan yang berat ini
karena cintamu terlanjur menyakitiku

semoga ini akan membawa perubahan dalam hidupmu
aku ingin kita bertemu lagi dengan keadaan yang jauh lebih baik lagi

jangan ulangi kesalahan saat kau bersamaku
aku ingin aku selalu ada di ruang hatimu
walau ruang itu sangat sempit, pengap, bahkan gelap

terima kasih, cinta..
kau hadir dalam hidupku
dan ikut menorehkan warna di kertas buramku

Jangan Biarkan Seekor Kelinci Tersiksa

Ketika semua ini sudah berlalu, aku ingin menertawakan semua yang telah terjadi, tidak lagi menangisinya seperti yang dilakukan para balita ketika mainannya diambil oleh temannya atau kehilangan ibunya di saat berada di tengah keramaian.

Aku bukan lagi anak kecil yang membutuhkan belaian kasih sayang dan cinta dari orang-orang sekitarnya, aku hanya butuh kedua kakiku untuk berdiri. Tak kan pernah mungkin kita berdiri dengan kaki orang lain.

Kata demi kata, kenangan demi kenangan, berguguran di pikiranku. Kadang aku merasa hidupku sangat tak terarah, apa yang telah terjadi membuatku hancur, menguras air mataku tetapi inilah hidupku yang begitu sempurna.

Aku takkan berhenti mengeluh sebelum semua ini berakhir.

Manusia Bahagia Bila…

manusia bahagia bila…

manusia bahagia bila ia mau membuka mata..

untuk menyadari bahwa ia

memiliki banyak hal yg berarti..

manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati..

untuk menyadari betapa ia dicintai..

manusia bisa bahagia bila ia mau membuka diri..

agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus..

manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati..

berusaha meraih yang tidak dapat diraih..

memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan..

tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada..

manusia buta karena egois dan hanya memikirkan diri..

tidak sadar bahwa ia begitu dicintai..

tidak sadar bahwa saat ini apa yang ada adalah baik..

selalu berusaha meraih lebih dan tidak mau sadar karena telah berbuat salah..

ada teman yang begitu mencintai namun tidak diindahkan..

karena terlalu memilih,menilai,dan menghakimi sendiri..

memilih teman dan mencari cari..

padahal di depan mata ada teman yang sejati yang mau memperhatikan..

mau menyayang..mau menomorsatukan..karena semua manusia mempunyai peranan..

hebat dan nomor satu dalam satu hal belum tenteu hebat dan nomor satu dalam hal lain..

dicintai oleh satu orang..

belum tentu dicintai oleh orang lain..

kebahagiaan bersumber dari dalam diri kita sendiri..

jikalau berharap dari orang lain maka bersiaplah untuk ditinggalkan..

bersiaplah untuk dikhianati..kita akan bahagia bila kita bisa

menerima diri apa adanya..mencintai dan menghargai diri sendiri..

mau mencintai orang lain dan mau menerima orang lain..

percayalah kepada Tuhan..dan bersyukurlah kepada-Nya..

bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita..

tak perlu berkeras hati..kita akan diberi disaat yang tepat..

meskipun bukan hari ini..mungkin esok atau lusa..

berusaha dan bahagialah karena dicintai begitu banyak orang.. ^__^

Taken from: Matthews Yugi Bellamy’s Notes

Apa Arti Namaku?

Aku adalah seorang mahasiswi bodoh yang terdampar di Sekolah Tinggi ternama di Indonesia… namanya SeTAN…

Bukan suatu kebetulan namaku adalah Desi Diarnitha. Dulu, waktu aku SMA kelas X ada seorang mahasiswa yang magang sebagai guru bahasa Indonesia kami. Dalam suautu kesempatan ia bertanya, “Apakah arti nama-nama dari kalian?” Entahlah apa yang ia katakan, aku lupa. Yang jelas ia bertanya arti nama kita anak sekelas.

Beberapa anak menjawab dengan kalimat yang aneh-aneh, beberapa anak menyatakan bahwa nama mereka tanpa arti (sepertinya mereka pun tidak ada artinya), tidak tahu artinya (mereka memang tidak pernah tahu apa-apa, bodoh!), ada yang merupakan kata dari bahasa Arab (e.g. Hafidz=kalau tidak salah artinya penghafal AL-Quran), kombinasi kedua nama orang tua mereka (ntahlah siapa contohnya), adaptasi dari nama orang terkenal (dari Hitler menjadi Tile’, GA NYAMBUNG!), hhaa atau mungkin ada yang berasal dari bahasa purba (seperti ‘Purbaningsih’ krik… krik… krik… krik… jayuuuuusss). Hmmm… lantas giliran aku menjawab, “Namaku adalah Desi Diarnitha, Desi berasal dari kata dalam bahasa Latin (Deasy) yang artinya adalah penerang, Diar berasal dari kata dalam bahasa Inggris (Diary) yang artinya adalah buku harian, sedangkan Nitha adalah sufiks dari puteri keluarga kami. Jadi, Desi Diarnitha artinya adalah buku harian yang menjadi penerang dalam keluarga Budiarso.” (plok… plok… plok… plok… jawabanku disambut tepuk tangan dah riuh bangga dari teman-teman sekelas)

Sebenarnya aku tidak tahu apa artinya namaku. Aku hanya mengarang-ngarang saja. Aku ingat masa-masa SMA-ku yang sangat polos tetapi itulah hidup kita semua akan melalui masa permulaan, masa pertama jatuh cinta, patah hati, kehilangan, semua membuat kita menjadi manusia yang lebih sempurna lagi.

Dengan menulis aku merasa lupa dengan masalah-masalahku. “Tuhan, sampai kapan kah kau memberiku kesempatan untuk hidup?” Tiba-tiba pertanyaan itu muncul. Ntahlah.. aku tidak peduli dengan semua itu. Aku tidak peduli dengan orang lain. Aku tidak mau tau urusan orang lain. Aku hanya ingin aku terlepas dari lingkaran syaiton yang terkutuk.

Fisik ini begitu lelah, pikiranku pun begitu. Aku berusaha menyibukan diriku dalam organisasi. Sebenarnya aku ikut juga karena dipaksa oleh Yoga. T_T Tetap tak apalah, aku senang mendampinginya.
Kegiatan yang sekarang aku ikuti adalah:
1. Staf Bidang Riset dan Informasi (Risoma) IMP
Hmmm… aku ditawari oleh Yoga untuk menemaninya di IMP, CV-nya pun Yoga yang buat lalu wawancar dilakukan. Diki kelas 2-D dia yang menjadi Kabid Risoma.. Setelah seminggu akhirnya kami resmi menjadi staf Risoma. Di IMP tentu saja aku menjadi wanita yang tercantik.. Di mana pun aku tetap jadi yang pali9h cantik lah.. HHhhhaa… narsis dikit lah gakk papa..

2. Protokoler Panitia Wisuda STAN 2009
Apa yang dilakukan Yoga, aku lakukan dengannya. Aku memaksanya untuk membuat CV untuk ikut seleksi Panwis. Oh tidaaaaaakkkkk… kami dapat gelombang 2, lanjut, Gan!!! Saat wawancara aku mendapat berbagai pujian dari orang yang mewawancaraiku (Kabid Protokoler). Seminggu kemudian pengumaman panwis keluar, namaku dan Dwiki terpampang di sana. Wait!! Ke mana Yoga? Ke mana teman-temanku yang lain? Tidak ada.. hanya kamu Desi!!!!
Aku bisa gilaaaa…!!!!

Saat pertama kali pertemuan panwis protokoler, aku merasa dimana-mana anak AKun, aKun, aKuuuuNNN, akUUUUUUUUUUUUUUUUUUnnnnnn…
Udah gitu anak Akun cewe-cewenya bawel-bawel!! Ga jelas gitu lah!!1 Tapi tetap aku yang pualing cuantik.. hm… tidak ada yang bisa mengalahkan si puteri saljuuuuu…
Dari 8 kali pertemuan, aku baru absen 1 kali, hheee malas, Gan !!!!

3. Wakil Ketua yang merangkap Bendahara KBA Jepang (Salah satu UKM di STAN)
Berhubung Yoga yang menjadi Ketua, maka aku mau tak mau harus menjadi pendamping hidupnya di KBA. Sedangkan aku tak tau apa-apa tentang Jepang, bahkan aku ANTI-JEPANG. Aku benci negara itu. Jijik!!

4. Pengajar les privat (3 murid)
Ntahlah apa aku akan kuat menghadapi mereka-mereka..n yang penting aku hepiii…hepiiiiii..

Udah cukup dulu capek abis kuliahhh

Biarkan Hujan Tidak Turun

Aku menghitung jemariku
Mengadahkan jemariku ke langit
Jemariku menutupi matahari yang sedang terik
Aku mencoba melihat pelangi

Hey, Desi…
Kau bodoh!
Bisakah pelangi itu muncul
sedangkan hujan belum turun?
Mintalah hujan untuk turun
Dan bersabarlah menunggu pelangi itu datang

Hujan, maukah engkau turun?
Membasahi bumi ini
Memberi kehidupan pada semua makhluk
Dan aku hanya kelinci kecil yang meminta
Izinkan aku melihat pelangi

Hey, Desi…
Pelangi tak hanya kau lihat karena hujan
Cobalah kau pejamkan mata
Kau akan melihat pelangi

Biarkan hujan tak mau turun lagi
Karena hujan bosan menghampiri manusia-manusia sombong,
yang tak pernah mensyukuri karunia akan hujan

Hari Ini 2 Bulan Aku Ditinggal Mama T_T

Mama, kedua siku mbak kedutan terus.
Mbak takut, Ma..

Mama, mbak takut sekali dengan hidup mbak..

Mama, mama sedang apa di sana?
Kenapa mama ga pernah bales cerita mbak?

Mama, mbak pusing terus..kedua siku mbak terus kedut-kedut..

Mama, mbak takut banget punya penyakit yang aneh-aneh..
Udah 3 hari kedut-kedut terus..

Mama, mbak udah 2 bulan ga liat mama..
Mbak kangen mama..

Ya Allah, tolong aku..